Petualangan Mencari Pasir (Part 2!)

Hai~ *menyapa ala Raisa*
Masih bersama saya di blog abal ini. Ahem. Kali ini saya mau cerita mengenai pengalaman saya liburan di Pantai Indrayanti, Jogjakarta. Iya, saya dan Bang Agung masih belum menyerah untuk nyari pasir. Lagi-lagi bukan buat pup lho ya, tapi buat foto. 
Episode yang lalu kami mencoba pergi ke Pantai Ancol dan berakhir zonk karena ada konser SNSD seperti yang sudah diceritakan di sini. 
Kali ini, kami berniat untuk mengunjungi Pantai Indrayanti karena berdasarkan beberapa review yang kami baca di internet, pantai ini masih jarang dijamah orang sehingga insya Allah sepi dan bisa buat foto-foto narsis. Daaaannn jelas SNSD nggak mungkin konser di sini. (Jangan salah, salah satu pantai terpencil di Jogja baru-baru ini pernah jadi lokasi syuting acara variety show Korea) :D
Awalnya kami berniat untuk pergi di hari Senin, namun karena hujan dan masih pundung gara-gara gagal foto bokeh di malam sebelumnya, rencana ini terpaksa ditunda menjadi hari Selasa. Untungnya, cuaca cerah di hari Selasa pagi itu. ^^ Kami pun segera berkemas dan mencari rute menuju pantai Indrayanti melalui aplikasi GPS navigation di ponsel. Ternyata jaraknya juaaaauuuuuhhh (baca: jauh banget) dari tempat saya tinggal, di Jalan Suryowijayan. :(

Peta navigasi Suryowijayan-Indrayanti skala 5 mi=5km
Jarak tempuh antara Suryowijayan dan Indrayanti kurang lebih 71 km dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 2.5 jam dengan motor. Untungnya saya tidak pergi sendiri, karena melihat rute yang panjang dan agak kriwil seperti ini, sudah pasti saya jadi malas. Mending tidur atau gelindingan di depan tivi. Untungnyaaaa~ Bang Agung sebagai driver tetap semangat 45, meskipun jarak yang ia tempuh dua kali jarak di atas.
Selamat! Anda akan kehilangan pantat anda!
Jalan menuju Pantai Indrayanti sebenarnya mudah ditempuh, terlebih jalan menuju tempat tersebut juga sudah diaspal. Hanya saja, kami harus bersiap-siap menghadapi jalan yang lurus sampai mampus sampai-sampai terkadang kami lupa belok. Iya, tidak banyak belokan yang akan dilalui untuk menuju pantai ini. Seringkali kami hanya harus berjalan lurus sejauh 5-10 km baru kemudian belok kanan atau kiri sedikit, kemudian luruuus lagi. Navigator sangat disarankan untuk waspada terhadap belokan dan harus rajin mengajak driver mengobrol agar tidak mengantuk karena melihat jalan yang monoton. Selain itu, tidak ada pom bensin di sepanjang jalan menuju pantai Indrayanti. Oleh karena itu sangat disarankan untuk mengisi bensin sebelum memulai petualangan. Kami harus berhenti sebanyak 5 kali untuk mengisi bensin di penjaja eceran dengan harga Rp 7000/liternya. 

Long story short, di tengah perjalanan menuju pantai, hujan pun turun. Kami pun segera memakai jas hujan kami agar tidak kehujanan lebih lanjut. Tidak lupa kami selca dulu sebelum melanjutkan perjalanan. Alay? Biarlah. Pada liburan kali ini kami memegang teguh prinsip "biar alay asal bahagia" #apa #dasaralay 
Di sini pula kami baru sadar bahwa kami LUPA BAWA TRIPOD. Zonk parah! Apa boleh buat, kami tidak mungkin kembali ke rumah. Perjalanan harus tetap dilanjutkan.
Sekitar 1 jam kemudian kami pun sampai di Pantai Indrayanti. Biaya retribusi yang dikenakan oleh pihak pengelola adalah Rp 2000 karena saat itu bukanlah hari libur. Sesampainya di pantai, kami tidak langsung bermain pasir ataupun berfoto. Kami memutuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu di salah satu warung makan di pinggir pantai. Harga makanannya normal, tidak terlalu mahal untuk ukuran tempat wisata. Mungkin karena belum terlalu banyak orang yang berwisata ke pantai ini.
Foto pantai dari salah satu warung makan
Nunggu makanan datang pun tetap narsis
Setelah selesai makan, hujan masih saja tak kunjung berhenti bahkan sempat bertambah deras. Kami tidak ingin kunjungan kami sia-sia, karena itu kami agak nekat untuk tetap bermain di pantai. Kami menyewa payung pantai seharga Rp 20000 dan meletakkan barang-barang kami di atas selembar karpet plastik. And here our photo session started! :D
Tidak banyak foto yang saya ambil dengan kamera saya. Sebagian besar foto dengan pose diambil dengan kamera Canon EOS 60D milik Bang Agung. Kamera saya berfungsi merekam behind the screen pemotretan kami dan tentu saja, candid pictures! :D

Welcome to Indrayanti!
Run run run
Suasana pantai Indrayanti
Narsis (lagi) di bawah payung pantai
Bergaya ala alay instagram: foto kaki :v
Pantainya masih bersih sekali
Jasa penyewaan jas hujan
Pipe and coral

Sepasang suami istri tengah menikmati ombak
Sepasang muda-mudi tengah bermain ombak
Purple in the beach
Akhirnya ketemu pasir
Family time

Berfoto dengan gaya alay :p



 And here's my favorite candid :)
Anak rantau



 Seandainya tidak turun hujan, pasti foto-foto yang dihasilkan bisa lebih bagus lagi. Semoga di lain kesempatan kami bisa mengunjungi pantai ini lagi untuk mendapatkan hasil foto yang maksimal. Sekian jurnal perjalanan saya menuju pantai Indrayanti, semoga orang yang membacanya belum muntah. :D

Bonus, hasil jepretan sang fotografer :D