Rollercoaster of Life


Hidup itu seperti menaiki roller coaster: semua tergantung sudut pandang.

Pull the seat belt down to my lap
Rollercoaster speeding so fast
Take me through the loop de loop

Sitting solo wind on my face
Don’t know if the coaster is safe
I smile, or I try



Ada naik, ada turun. Terkadang pelan, namun bisa dengan tiba-tiba keadaan berubah drastis menjadi sangat cepat. Satu yang pasti, kita adalah penumpang yang menaiki rollercoaster tersebut. Hanya kita yang tahu persis bagaimana rasanya berada di atas sana, sementara orang lain hanya menonton dari bawah sambil menerka-nerka apa rasanya bila berada di posisi kita.

Bring on the fire, take me through water
I’m in this alone; it’s just getting hotter

It’s not the first, sure hell ain’t the last
I go back around again
Red, yellow, green, lights flash
Everyone’s watching, from the ground below
They don’t know what’s going on, but I know

They talk about the things that they see
So convinced in what they believe
Just my rollercoaster and me


Hidup pun sama. 

Terlalu banyak orang yang berkomentar seolah-olah mereka tahu persis tentang kita. Beberapa yang penakut tentu akan bilang kalau wahana tersebut menakutkan dan bodoh untuk naik wahana tersebut hanya untuk mendapatkan sedikit ‘suntikan’ adrenalin. Dalam hidup, akan ada orang-orang yang mungkin meremehkan kita, menganggap apa yang kita lakukan tidak penting, dan semacamnya. Tapi ingatlah, penumpang rollercoaster tersebut adalah kita. Bukan mereka. Hanya kita yang tahu bagaimana asyiknya meluncur dengan cepat dari atas, bagaimana nikmatnya sensasi tubuh ketika adrenalin terpacu, dan tentu saja, bagaimana indahnya pemandangan yang kita lihat dari atas.

Mereka yang mengomentari bisa jadi hanyalah orang yang tidak lebih berani dari kita. Oleh karena itu, mereka hanya berani berkomentar atas apa yang mereka lihat. Bisa jadi mereka tidak tahu proses yang kita alami.

Yang ingin saya sampaikan di sini adalah jangan takut untuk mencoba apapun yang kamu inginkan. Ibaratkan hidup kita seperti rollercoaster dengan putarannya. Saya tidak menyuruh untuk berlaku apatis, karena terkadang memang ada orang yang peduli dengan kita dan tidak ingin kita tersesat terlalu jauh. Hanya saja, tidak perlu memikirkan saran dan kritik dari orang lain terlalu dalam dan akhirnya menjadi sakit hati karenanya.
 Rollercoaster ini hanya milik pribadi, semua keputusan untuk menikmatinya tergantung dari kamu sendiri. :)

Ada 12 fase kehidupan sejak saat kita lahir ke dunia hingga nanti kita meninggalkan dunia ini. Saat ini saya tengah berada di dalam awal fase 6 dalam kehidupan, yaitu fase menuju kedewasaan. Di dalam fase ini, seseorang akan mengalami persiapan dari masa remaja menuju masa dewasa awal (young adult). Untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tahap ini, tubuh dan mental seseorang umumnya akan secara otomatis menyesuaikan diri.

Sayangnya, dalam masa penyesuaian ini, mental saya mengalami penyakit 'auto-imun'. Penyakit auto-imun mental di sini maksudnya adalah saya berpikir terlalu jauh ke depan dan terlalu memikirkan perkataan orang mengenai kehidupan saya dan terlalu mengkhawatirkan masa depan yang belum pasti. Saya juga gampang menyerap energi negatif dari pikiran orang lain di sekitar saya dan energi negatif tersebut lama mengendap di dalam tubuh saya. Alhasil, energi negatif seringkali bertumpuk di dalam tubuh.

Untungnya, saya bertemu dengan Dr. Yee Lin, seorang dokter hewan lulusan Australia asal Singapura yang mempraktekkan ilmu bodytalk. Beliau membantu saya untuk memperbaiki sistem tubuh dan mental dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi fase 6. Beliau mengaktivasi kelenjar-kelenjar endokrin tubuh dan menetralisir energi negatif yang bertumpuk di dalam. Beliau juga berpesan kepada saya untuk tidak terlalu mempedulikan perkataan orang lain dan fokus terhadap apa yang ada di depan mata.

"What other people said about you is none of your business and what you do in your life is none of anyone's business.
(Apa yang orang lain katakan tentang kamu bukan merupakan urusanmu, dan apa yang kamu lakukan dalam hidupmu juga bukan urusan orang lain.)"

Saya memang lemah dan penakut, namun saya selalu berusaha mencoba memberanikan diri untuk mencoba hal-hal baru, hal-hal yang selalu dikatakan 'mustahil dilakukan' atau 'tidak pantas dilakukan' oleh amygdala dalam otak saya. Beruntungnya saya saat ini dikelilingi cukup banyak orang-orang dengan energi positif.


All the letters in sealed envelopes
Someday I’ll watch all the secrets float
In the air, down to the floor

Jadi, saya memutuskan untuk tetap naik ke rollercoaster hidup saya, apapun resikonya. Tak peduli apa yang orang lain katakan. Dan suatu saat nanti, di satu titik kehidupan di masa depan, saya akan menoleh ke belakang dan meninjau apa yang telah saya capai. )

Ini cerita saya, bagaimana denganmu?

(Inspired by David Choi's song "Rollercoaster" and a life experience of body talk)