Kisah Orang-orang Scorpio

Saya baru saja membeli dan membaca sebuah buku yang menarik dengan judul "Kisah Orang-Orang Scorpio" karya Ayu Utami dan murid-muridnya. Buku ini merupakan salah satu judul dari 12 seri kisah horoskop yang ditulis.
source: Goodreads


Mengapa saya beli? Well, simply because I'm a Scorpio and I'm proud of it.
Saya kasih tau ya, kebanyakan orang Scorpio itu narsis dengan zodiaknya sendiri.

Buku ini memuat 12 kisah pendek yang ditulis oleh beberapa penulis dengan saling mengaitkan inti cerita mereka satu sama lain. Dan setiap cerita mengupas sifat-sifat orang Scorpio dengan segala kemisteriusan mereka, imajinasi, hasrat, sekaligus kesetiaan mereka. Bahkan saya, sedikit merasa tertohok dengan segala penggambaran mengenai Scorpio di buku ini. Haha.


Scorpio punya mata ketiga pada hal yang menakutkan: kematian. Ini membuat ia punya sikap spiritual, bahkan sekalipun ia sangat menghargai kenikmatan duniawi. Scorpio terpikat pada titik yang mempertautkan eros dan thanatos, cinta-birahi dan maut. Ia pun menjadi misterius. Maut juga berarti komitmen tanpa syarat. Scorpio pun cenderung setia dan terlibat. Wajah lain dorongan yang sama: cemburu dan pendendam. (Kisah Orang-Orang Scorpio)
Ada dua cerita yang sangat saya suka, jangan tanya judulnya, saya tidak pandai mengingat.

Cerita pertama mengenai seorang gadis yang tidak pandai mengingat tanggal dan kejadian-kejadian penting yang terjadi pada tanggal itu (seperti saya, yang ingatannya jauh di bawah pikun). Hari itu tanggal 20 November, ulang tahun Ibu sang tokoh. Ia bergegas memesan kue di sebuah toko dan di sana ia terkenang akan seorang laki-laki yang beraroma teh. Lelaki yang pernah menjadi orang terdekatnya dan juga seorang Scorpio.

Saya menyukai cerita ini karena alurnya flashback, menyuguhkan kenangan-kenangan manis antara tokoh utama dan laki-laki beraroma teh saat mereka masih bersama.
Atau mungkin karena saya juga sering termenung dan bernostalgia mengenai kenangan-kenangan yang saya miliki.
Mungkin juga karena tanggal 20 November adalah ulang tahun sahabat karib saya. Entahlah, yang jelas saya sempat dibuat termenung oleh cerita ini.

Cerita kedua yang saya sukai berjudul 'November House', juga bersifat nostalgia. Cerita ini menceritakan seorang wanita tua (yang namanya saya lupa, maaf saya susah mengingat nama) yang akan meninggalkan rumah tuanya esok hari. Oleh karena itu, ia pun mengelilingi rumah tersebut untuk terakhir kalinya dan mengenang setiap kejadian yang terjadi di ruangan-ruangan tersebut.
Kisah ini memaparkan kerisauan seorang Ibu yang telah ditinggalkan putra-putrinya karena mereka beranjak dewasa. Bagaimana dulunya mereka adalah seorang anak-anak yang manis dan kini menjadi......jauh dari sang Bunda. Kisah ini juga memaparkan kesedihan seorang istri yang ditinggal mati oleh pangerannya, suami terkasihnya, lima belas tahun yang lalu. Begitu sedih hingga ia tidak sanggup menatap kamar yang biasa ditempati suaminya, ruang kerja tempat sang suami menggambar rancangannya, juga gramaphon yang biasa mereka dengarkan. Pada hari itu, ia beranikan diri untuk kembali membuka apa yang telah lama ia tinggalkan. Menikmati setiap kenangan yang ada.

Dan saya menitikkan air mata membaca kisah ini seraya berdoa agar bisa bersama dengan orang-orang yang saya kasihi hingga akhir hayat. Saya tidak tahu bagaimana harus bertahan bila harus kehilangan keluarga saya :(

Selain kedua cerita itu, cerita bersambung mengenai hubungan terlarang Syakieb dan Anita juga sangat menarik dan memancing emosi saya. Cerita-cerita mengenai Syakieb dan Anita ditulis oleh beberapa penulis namun tetap berkesinambungan. Emosi saya sedikit terpancing karena....well, kisah Syakieb tersebut pernah terjadi dalam keluarga saya.

Overall, buku ini sangat sesuai dengan saya sebagai seorang Scorpio. Semua cerita ditulis dengan sangat memuaskan dan rapi.
Saya memiliki geng yang berisikan orang-orang Scorpio, sama seperti Anita dan teman-temannya.

Saya tahu hal yang sama akan terjadi antara saya dan pasangan saya, bila saya menikah dengan seorang Scorpio, seperti Novina dan suaminya.

Saya akan meratapi kepergian orang terkasih saya dan berusaha melupakannya hingga pada suatu titik, saya akan kembali mengenangnya, seperti sang wanita tua yang mencintai Amadeus-nya yang telah lebih dulu meninggalkannya.

Saya punya tokoh ciptaan saya sendiri di dalam otak--bila orang tidak percaya saya berkepribadian ganda--seperti pada salah satu cerita 

Saya terlihat sebagai seorang pribadi yang tenang, diam, misterius (kata beberapa orang), dan sulit didekati. Mungkin sedikit berbeda dengan Syakieb yang menyimpan rapi pribadi Scorpionya dan mengemas diri dengan pembawaan tenang--khas Scorpio jantan. Bagi saya, hanya orang-orang tertentu yang memang mau melibatkan diri lebih dalam dengan saya yang boleh mendekati saya.
"I sting and I have toxin. You've been warned," 
Mungkin aura seperti itu yang menguar di udara sekitar saya. Haha. But seriously, saya terlihat jinak dari jauh.

Saya pelupa, dan saya sering mengingat orang melalui sesuatu yang khas mengenai dirinya. Seperti sang gadis yang mengingat sahabatnya melalui aromanya yang khas teh, atau lesung pipi di sebelah kanan sahabatnya.................yang secara kebetulan, juga dimiliki teman saya yang ulang tahun tanggal 20 November. Saya mulai ngeri, kebetulan macam apa ini :o

Saya setia. Bahkan bila hanya sekedar mengagumi. Kami para Scorpio memang senang melihat dan mengagumi orang, namun kami setia pada cinta kami. Jadi, bila ada seorang Scorpio yang selingkuh, jawabannya sederhana saja. Mungkin cinta sejatinya bukan pasangannya tersebut. Who knows?

Saya seorang Scorpio bulan Oktober, yang katanya lebih jinak dari Scorpio bulan November. Mungkin betul, mungkin juga tidak. Menurut saya, kami yang terlahir di bulan Oktober hanya cenderung lebih suka menyimpan segalanya dalam hati karena sesungguhnya tidak ingin menyengat sembarang orang. Resikonya, bisa dalam tubuh kami mengenai diri kami sendiri. Terkadang kami meledak hanya karena masalah sepele, namun mengganggu bagi kami. Dan orang yang bisa menenangkan kami hanyalah Scorpio yang lain--yang terbiasa dengan muntahan bisa dari sesamanya. 
Scorpio bulan November ada dua jenis. Mereka yang pemurah, dalam hal menebar bisa ke orang-orang dalam bentuk perkataan dan sikap sebelum balas dendam, tentu saja. Dan mereka yang membalas dendam dengan meraih kesuksesan terlebih dulu dan baru mengatakan "Gue baru saja mematahkan anggapan lo. Dulu lo ngomong apa?".

And yes, all Scorpio hold grudge for certain reasons. :P

What about you?