Karakteristik Scorpio (Part 1)








 Kekuatan
Kelemahan
Setia dan Bisa Dipercaya
Gampang cemburu
Passionate
Keras Kepala
Karismatik dan mempesona
 Sensitif
Peduli dan sabar
Egois




Ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan orang yang punya zodiak Scorpio menurut salah satu web. Gara-gara baca postingannya Feby tentang golongan darah, saya jadi ingat kalau saya mau menulis tentang zodiak saya ini. Saya memang lebih fokus kepada zodiak, dan lebih bisa nebak orang zodiaknya apa daripada golongan darahnya apa. (Bohong)


Setia dan bisa dipercaya. 
Insya Allah, gue banget. Saya tipe orang yang nggak pilih-pilih teman dan awet temenannya dari dulu sampai sekarang. Teman dari umur 2 tahun juga masih ada. Saya bahkan punya geng waktu SMA--BFF saya--yang isinya 4 orang Scorpio dan sampai sekarang kita masih awet. Jeleknya Scorpio, sekalinya mereka dikhianati, mereka bakal ngebales lebih nyakitin lagi. Err... saya juga gitu. Sekalinya saya marah sama orang, jangan harap saya mau liat mukanya lagi. Kalo bisa saya lindes saat itu juga, pasti saya lindes pake sepeda roda tiga #psikopat
Pernah dulu waktu SMA, waktu saya didaulat jadi seksi acara Valentine di sekolah (dulu tiap Valentine, sekolah diliburkan), ada kakak kelas yang ngeboikot acara. Dia manas-manasin angkatannya (kelas XII) untuk nggak datang ke acara bikinan kita (kelas X). Tadinya saya hormat sama kakak kelas itu. Begitu dia coba ngancurin acara saya dan teman-teman, saat itu saya bilang ke teman saya: "bilangin ke dia, baguslah dia nggak usah datang. Jangan ada yang datang sekalian anak kelas 3, biar kita nggak usah buang-buang coklat buat mereka."
Hasilnya? Mereka datang. Itu cemen banget dan nggak konsisten. Abis itu mereka masih mau ngeboikot acara dengan cara mau ngabisin jatah coklat yang dibagi-bagi di meja resepsionis. Dan saat itu saya lempar coklatnya ke oknum-oknum penghancur itu. Mamam tuh, mungkin itu kira-kira yang saya isyaratkan waktu saya lempar coklatnya.
Dua tahun kemudian, si kakak kelas tengil itu nge-add saya di Facebook. Sampai sekarang belum saya approve.
***


Passionate
Kenapa nggak saya terjemahkan ke dalam bahasa indonesia? Soalnya secara harafiah, kata ini artinya gairah atau nafsu. Diartikan bisa jadi bergairah atau nafsuan. Bisa-bisa saya digeret FPI lalu dituduh menyebar kemaksiatan. Padahal maksudnya bukan begitu. Passionate di sini maksudnya Scorpio itu selalu bersemangat dan total banget kalau mengerjakan apa-apa yang dia sukai. Scorpio selalu menyertakan passionnya dalam segala sesuatu yang dia kerjakan. Begitu pula waktu suka orang.
Jaman kecil dulu, saya pernah ngejar-ngejar anaknya Pak RW yang kurang lebih 5 tahun di atas saya, cuma demi cium pipinya karena dia kalah taruhan dan ganteng. Anjir, saya jaman TK sungguh barbar!
Waktu SMP juga, saya ngefans berat sama Fauzi Baadila (sekarang juga masih sih). Lalu saya mulai ngumpulin semua VCD film yang dia peranin. Sebut saja Mengejar Matahari, Tentang Dia, dan yang paling nyesek karena VCDnya sangat langka dan saya kehabisan: Rindu Kami PadaMu. Dulu tiap Fauzi main film, saya akan menyeret sahabat-sahabat saya untuk nonton bareng. Bahkan ketika Fauzi Baadila main film yang agak "nyeleneh", saya nonton juga.  Lalu mendadak tiap hari Minggu siang saya jadi unavailable untuk diajak pergi keluar karena harus nongkrongin MTV Boys' Toys yang isinya membahas gadget dan kendaraan terkini, semata-mata karena Fauzi Baadila jadi host acara itu. Setiap majalah kaWanku membahas tentang om satu ini pun langsung saya gunting-tempel/gunting-simpan di dompet. Ya Tuhan, ampunilah kealayan hambaMu ini.
Yang lebih alay, berdasarkan keterangan teman SMP saya, ternyata dulu saya sempat berlangganan sms operator Fauzi Baadila. Iya, ketik Reg spasi Fauzi Baadila! Innalillahi. Passionate dan sakit jiwa rupanya beda tipis.

Masih ada di dalam dompet

Waktu dulu saya masih panas-panasnya keranjingan "mau-jadi-sutradara", tiap minggu saya pergi ke bioskop dan nonton. Sabtu-Minggu, makan nggak makan, kita nonton. Kemudian saya mulai mencoba menulis naskah sendiri, seringkali malah mencoba bikin novel. Hasilnya, puluhan hingga ratusan halaman telah saya tulis, tapi satupun belum ada yang tamat. Novel setengah jadi itupun semuanya masih saya simpan di dalam laptop.
Waktu lagi semangat-semangatnya belajar gitar, saya sering bikin lagu. Padahal baca not aja nggak bisa. Tapi dulu saya punya satu buku yang isinya lirik dan kunci gitar lagu-lagu tersebut, beberapa saya buat untuk soundtrack novel saya. Passionate dan lebay memang beda tipis.

Waktu lagi kepengen makan sesuatu, saya nggak mau makan yang lain kecuali makanan yang saya pengen. Buat saya mendingan nggak makan daripada saya makan yang saya nggak mau makan. Sifat ini yang kadang bikin mama dan papa saya suka sebel. Kalau mama lagi murka, pasti beliau akan bilang "NGGAK USAH MAKAN AJA SEKALIAN! BIAR MAMA HEMAT NASI!" atau "MAKAN AJA APA YANG ADA! KALAU NGGAK, YA NGGAK USAH MAKAN." dan selalu saya timpali "EMANG SIAPA YANG MAU MAKAN? FINEEEE!!!" lalu saya kabur nyari makanan yang saya mau. #alasankenapakurus

Masih banyak passion-passion saya yang lain, yang nggak mungkin saya sebutkan satu per satu. Namun berkaitan dengan Euro 2012, saya mau menyebutkan passion saya sejak tahun 2006: Timnas Jerman dan Miroslav Klose.
***

Kenapa gambarnya catur sama duit, saya juga gak tau

Karismatik dan Mempesona
Yang ini saya nggak bisa komentar. Cuma bisa bilang kalau dari dulu saya sering dijuluki eksotis lah, unik lah, gara-gara sikap saya yang kadang nyeleneh. Nggak tahu deh itu karismatik atau mirip orang gila.
***



Peduli dan Sabar
Kadang orang melihat Scorpio sebagai pribadi yang tegaan, padahal enggak, kita adalah orang yang nggak tegaan. Kita jarang nanyain kabar orang, tapi diam-diam kita pasti pantau keadaan orang-orang terdekat kita. Makanya, nggak ada cerita saya pernah teleponan sama orangtua dan adik-adik buat nanya "apa kabar? Ma, kangen..." *lalu mewek* Yang ada, saya pasti langsung pulang. Nggak ngasih kabar, kadang. Tiba-tiba saya muncul di depan pintu dan diteriakin sama adik-adik. 
"KAKAAAAKK"
Saya merentangkan tangan. Mereka berlari menyambut saya dan memeluk saya. Lalu minta gendong. Saya pun mati bengek.

Kalau lihat orang minta-minta juga saya pasti nggak pernah tega. Malah sering, tau-tau ada ibu-ibu yang curhat kalau dia nggak bisa pulang karena nggak punya ongkos. Lalu tau-tau saya udah ngerogoh kantung dan ngasih ibu itu uang. Padahal sendirinya juga cuma punya uang pas-pasan. Huhu. Saya ngerti gimana rasanya nggak punya uang.
 Satu lagi, saya selalu ingat ulang tahun orang-orang terdekat saya, tapi kadang lupa saya punya ulang tahun. Kalaupun seandainya saya lupa, itu pasti karena lagi sibuk banget sampai-sampai tidak memperhatikan kalender.

Soal sabar sendiri, ya menurut saya, saya termasuk orang yang cukup sabar sehari-hari. Kalau misalnya punya teman yang sifatnya nyebelin, pasti saya coba buat memperbaiki sifatnya itu daripada saya silet-silet tangannya. Kalau lagi "dianiaya" sama sekumpulan bocah sepupu saya, pasti saya manut disulap jadi kuda-kudaan. Kalau lagi ngajarin orang dan nggak ngerti-ngerti, pasti saya jelasin sampai ngerti. Biarpun habis itu saya jedot-jedot kepala ke dinding. Saya juga sabar dalam hal menunggu. Buat saya mendingan nunggu tapi bisa mendapatkan sesuatu yang benar-benar kita inginkan.

Tapi jangan ajak saya saingan. Saingan alias dulu-duluan mendapatkan sesuatu pasti bikin "sabar" saya hilang. Pokoknya saya harus jadi deretan pertama yang punya barang itu. Iya, saya emang nggak mau kalah.
***


Gampang Cemburu
Sifat yang ini nggak usah ditanya lagi. Sebagai manusia yang terlalu dipengaruhi sifat Scorpio, saya jadi orang yang gampang jealous. Kalau mama beliin adik saya baju dan saya nggak, saya pasti ngambek (duluuuu). Kalau mama beli makanan buat beliau dan saya nggak dibeliin, meja makan bisa saya obrak abrik. Kalau nilai saya di bawah nilai teman-teman saya, pasti saya (diam-diam) bete lalu merencanakan balas dendam biar nilainya bisa naik. Dan yang paling oke adalah kalau teman saya mulai dekat sama orang lain, pasti saya ngerasa ditinggalin.
Solusinya, saya bales ninggalin, kalau emang udah benar-benar nggak ketolong lagi. Minimal pasti saya jaga jarak. Makanya kata sahabat saya, saya itu jahat. Mau gimana, kata kunci dalam hidup scorpio adalah balas dendam.

Makanya lagi, saya sering jadi kutu loncat alias pindah-pindah mainnya sama siapa. Saya ngerasa insecure kalau harus stick sama satu orang saja. :(
 ***


Keras Kepala
Saya dan mungkin para Scorpio yang lain, sangat nggak peduli kalian mau ngomong apa tentang kita. Buat kita, omongan kalian tentang kita hanya sekedar pendapat, nggak ada satupun orang yang akan tahu seluk beluk kita kecuali kita sendiri. Mungkin ini salah satu alasan kenapa sebagian besar teman dekat saya adalah Scorpio. Karena hanya kita yang tahu bagaimana habit kita, dan ya, kita tidak pernah menilai orang.
Jadi ketika ada orang yang protes nggak suka sifat saya yang begini dan begitu, selama saya nggak merasa itu merugikan, maka saya akan bilang: "problem?" #nistaabis
***


Sensitif
Saya gampang tersinggung, gampang tersanjung, gampang sedih, gampang senang. Emosi seorang Scorpio biasanya labil sekali, tapi jarang ditunjukkan ke orang-orang. Scorpio juga biasanya peka terhadap perubahan, termasuk kalau ada orang yang benci atau suka sama mereka. Tapi saking bersikerasnya untuk nggak menunjukkan emosi di depan publik, kadang-kadang kita kelihatan bego dan cengo kalau tiba waktunya harus menunjukkan emosi.
Kadang saya suka jadi melankolis. Biasanya ke mana-mana nggak pamitan, pas mau ke lapang saya sms pamitan ke orang tua. Minta didoain biar nggak kenapa-kenapa. Respon dari orang tua? Diketawain, dituduh lebay, baru dibalas sok perhatian. Cih.
Oh ya, saking sensitifnya, dulu saya sempat punya 'kontak batin' waktu teman saya lagi berjuang untuk masuk Fakultas Kedokteran. Setiap tiba hari pengumuman dan mendadak perasaan saya jadi nggak enak, entah kenapa itu tandanya kalau dia belum diterima. Saking nggak enaknya feeling yang saya dapat, dulu saya beberapa kali sempat nangis waktu dia ditolak PTN. Padahal orangnya aja adem ayem. Dan waktu dia akhirnya diterima di FKUI, seharian itu saya ngerasa bahagia banget. Padahal waktu itu saya belum nanya dia lolos atau nggak.

Satu hal sensitif yang nggak ngenakin, dulu setiap saya nonton film horror Indonesia/Thailand yang hantunya jelas (tanpa embel-embel 'perawan' atau 'kesurupan' dll), saya suka didatangin sama "pemeran film"-nya. Ini manyun banget!
Siapa juga yang senang kalau lagi nonton Tusuk Jelangkung, tiba-tiba ada yang pakai baju putih di sebelah kamu? Pas lampunya dinyalain, eh nggak ada apa-apa. Atau setelah nonton film "P*c**g 2", tiga hari berturut-turut kamu didatangin lewat mimpi? Yang paling oke punya, habis nonton "K********k", minggu depannya saya dengar suaranya. Jauh. Dan nemu rambut panjangnya satu meter.

Anjiiiiiiiiiirrrr.....
Untungnya saat ini saya udah nggak bisa ngelihat yang kaya begitu lagi. Dan telinga saya udah cukup budeg untuk mendengar "panggilan-panggilan" tak bertuan itu. Alhamdulillah.
***


Egois
Saya selalu mendahulukan apa yang saya inginkan daripada apa yang saya butuhkan.
Sifat egois ini juga tercermin dari sifat saya yang "nggak suka disama-samain". Misalnya saya punya barang, lalu entah sengaja atau tidak, tiba-tiba ada teman saya yang lain yang juga punya barang itu. Kalau sekali dua kali, saya masih bisa maafin. Pernah, berkali-kali saya punya barang, berkali-kali pula ada teman saya yang punya barang sama seperti saya. Murka deh saya. Padahal itu hanya barang sepele, entah pulpen, entah pengharum ruangan, entah baju. Saya pasti langsung mendaulat kalau orang tersebut krisis identitas. Dan saya pun nggak akan sudi beli barang yang sama lagi sebelum dia berhenti pakai barang itu.
Contoh lainnya, saya lagi suka-sukanya sama band X. Lalu ada yang bilang, "Ih aku suka X juga." Satu kali saya masih oke. Tiba-tiba karena pengaruh zaman, saya beralih suka sama band Z, dan orang itu juga lama-lama suka sama band Z itu. Mending kalau benar-benar suka, saya pasti senang. Lah kalau cuma sekedar suka-sukaan? Alias cuma ngikutin doang?

Kalau boleh saya ikat terus lempar ke Laut Selatan sih, pasti sudah saya lakukan dari dulu.
Buat kami, Scorpio, our passion is sacred. Mending lo bilang lo suka hal lain dan nggak usah ikut-ikutan.

Pernah ada kejadian, bulan Mei lalu saya mau nonton konser L'Arc~en~Ciel. Saya nunggu bisa nonton band rock ini dari SD, lebih dari 9 tahun saya menunggu untuk bisa melihat om-om gaul ini secara langsung. Tiba-tiba ada teman saya yang ngomong, 'Kamu nonton nggak? Aku diajakin nonton nih sama temanku, disuruh ikut nonton. Tapi aku nggak tahu Laruku."
Saat itu saya cuma balas, "Kalau nggak tahu mending nggak usah nonton. Daripada nanti cengo. Mendingan kasih kesempatan nonton ke orang lain yang benar-benar fans mereka. Susah tahu dapet tiketnya." Dalam hati saya nambahin, daripada juga menuh-menuhin tempat.
Skak mat. Dia nggak jadi nonton. Wahahahaha
Saya memang egois.

Hal ter-epic yang pernah saya alami adalah ketika salah seorang teman saya bilang "aku juga mau jadi scorpio." Sumpah, ini krisis identitas banget. Rasanya pengen saya bilang "kamu nggak pantes jadi scorpio", tapi itu jahat banget. Tahu sendiri saya orangnya nggak tegaan. Ckck.
***


Ya kira-kira itu kelebihan dan banyak kekurangan Scorpio. Sebenarnya saya masih mau bahas sifat lainnya, tapi berhubung saya harus mulai belajar Farmakologi untuk UAS besok, maka postingnya ditunda dulu ya.

P.S: Kalau habis baca ini kalian jadi benci saya, saya maklum kok. :))