Ketika Harus Memilih

Oke, I've been obsessed with The Hunger Games trilogy.

Tapi bukan itu yang memutuskan saya untuk menulis entry ini. Bukan.

Hanya saja, saya berpikir--mencoba membayangkan, ketika saya diharuskan untuk memilih antara dia yang tumbuh bersama, atau dia yang sejak dulu menjadi pengagum rahasia, siapa yang akan saya pilih?

Kemungkinan kebanyakan wanita akan memilih pria seperti Peeta: yang memujamu dengan sepenuh jiwanya, yang mengetahui setiap detail kebiasaanmu--kekurangan dan kelebihanmu, yang selalu ada untukmu kapanpun kamu butuhkan, yang siap mengusir semua mimpi burukmu.

Mungkin karakter seperti Peeta adalah impian kebanyakan wanita. Sama halnya seperti Edward dari Twilight.

Tapi mungkin, saya akan memilih pria seperti Gale: yang tumbuh bersamamu.
Saya bukan tipe orang yang bisa langsung jatuh cinta kepada orang yang baru saya temui, saya bukan orang yang bisa duduk berdiam diri menanti dilindungi oleh orang lain. Karena itu, (mungkin), jika saya adalah Katniss, maka saya akan memilih Gale.

Karena hanya dia yang saya percaya, yang menghabiskan hidupnya untuk tumbuh dewasa bersama, yang mengenal baik keluarga, yang berbagi kesehariannya dengan saya.

Berkaitan dengan masalah ini, saya sendiri punya pengalaman pribadi yang mungkin mirip dengan masalah tersebut.

Ada seorang kawan saya, yang mencintai saya sejak kami masih kanak-kanak. Hingga saat ini. Mungkin nyaris 13 tahun ia menyia-nyiakan hatinya untuk saya. Berapakali pun saya menyuruhnya untuk mencari gadis lain, mencari pacar, ia hanya bilang "Nggak bisa, Ta. Setiap gue nyoba untuk suka sama orang lain, yang kebayang selalu lo."

Lalu saya bisa apa?

Saya berusaha mencoba mencintainya, karena toh dulu waktu kami masih kanak-kanak, ia merupakan teman kesayangan saya. Namun selalu tidak bisa. Saya memang sayang dia, namun sebagai teman.
Mungkin seperti itulah perasaan Katniss kepada Peeta, sejauh yang saya baca. Kami tidak bisa melukai perasaan mereka, namun apakah kami harus memberi harapan palsu?

Jujur, saya tidak pernah tega untuk membayangkan perasaan teman saya itu setiap saya berbahagia karena orang lain. 


Sosok Gale sendiri bagi saya mengingatkan saya pada beberapa orang. Kepada beberapa orang teman saya yang menghabiskan waktunya untuk 'berjuang' bersama saya. Kapanpun waktunya. Sosok ini terutama mengingatkan saya pada seorang kawan yang pernah dekat dengan saya. Ia sahabat seperjuangan, yang mengajarkan saya untuk menjadi kuat dan tidak cengeng karena sudah jadi mahasiswa, padahal awalnya saya yang berusaha menguatkannya untuk tidak cengeng karena rindu rumah.
Saya dan dia, dulu, berbagi semua keluh kesah, bisa jujur mengenai kekhawatiran masing-masing, dan berusaha mengatasi masalah kami bersama-sama. Dulu, sosoknya mungkin menyerupai sosok Gale bagi Katniss. Sosok yang menjadi bagian dari hidupmu.
Lalu "Hunger Games" kami tiba, dan saya memutuskan untuk berpisah dengannya. Karena Gale yang dulu bukanlah Gale yang biasa saya kenal; karena saya memutuskan untuk memilih orang lain dibandingkan dirinya; karena tiba-tiba ada orang lain yang lebih membutuhkannya, dan alasan-alasan lainnya yang rasanya tidak bijak bila disebutkan di sini.

Ya, jika saya adalah Katniss, maka saya telah memilih untuk melepaskan Gale dan berusaha hidup normal tanpa kehadiran dirinya.
Saya tidak menyesal, karena toh ini hanya bagian dari takdir yang harus dilalui. Namun yang saya sadari, ternyata susah untuk berusaha hidup sendiri ketika kamu terbiasa berbagi, ternyata sedih juga ketika tahu bahwa ia tidaklah sebaik yang saya sangka dulu. Ternyata cukup sepi ketika semua berubah tanpa bisa kamu hentikan. Ia berubah, saya pun harus berubah. Sekarang saya hanya berharap, bahwa suatu saat nanti saya bisa menemukan sosok Gale yang lain,  yang berbagi hidupnya dengan saya, yang saya percayakan untuk mengetahui saya lebih jauh.

Ternyata, apabila diharuskan memilih laki-laki yang memuja saya sepenuh hati atau yang kedudukannya setara dengan saya, saya akan lebih memilih dia yang bisa berdiri sama tinggi dengan saya. Ternyata saya butuh seseorang yang bersedia memarahi saya, menguatkan saya, memimpin saya dan bisa membuat saya nyaman bersamanya dan sebaliknya.

Yang jadi masalah sekarang adalahasaya tidak tahu kapan dan di mana saya bisa bertemu dengan sosok seperti itu lagi, dan apakah saya bersedia membuka hati kembali. Itu saja.

Bagaimana denganmu, jika harus memilih di antara kedua sosok tersebut, siapa yang akan kamu pilih?